Hai teman-teman, apa
kabar semua?
Jumpa lagi di postingan
blog kedua ku J
Setelah di postingan
sebelumnya membahas tentang manfaat tanaman sirsak sebagai antihipertensi, kali
ini saya akan membahas lebih dalam tentang penyakit hipertensi...
Yukkk scroll ke bawah
yaaaa

Hipertensi
atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana
terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu 120/80
mmHg. Menurut WHO (World Health
Organization), batas tekanan darah yang dianggap normal adalah kurang dari
130/85 mmHg. Bila tekanan darah sudah lebih dari 140/90 mmHg dinyatakan
hipertensi (batas tersebut untuk orang dewasa di atas 18 tahun) (Adib,2009).
Nah,
penyakit hipertensi ini menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun
2015 merupakan penyebab nomor satu kematian di dunia dalam setiap tahunnya.
Jadi, sebanyak 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi yang artinya 1
dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita penyakit hipertensi, namun banyak
yang tidak menyadarinya. Penyakit ini sering disebut “The Silent Killer”
Mengapa demikian? Karena pengidapnya tidak mengalami keluhan atau gejala,
sehingga mereka tidak mengetahui bahwa dirinya terkena hipertensi dan parahnya
ada banyak orang yang baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi. Wahh seram
ya..
Di
Indonesia, penyakit ini menjadi penyebab kematian nomor lima terbesar menurut
data Survei Sample Registration (SRS). Resiko terkena penyakit hipertensi di
Indonesia termasuk tinggi, yang bisa disebabkan karena faktor keturunan, usia,
pola hidup tidak sehat dan sebagainya. Sebenarnya hal ini dapat diatasi dengan
menerapkan perubahan gaya hidup sehat, berolahraga secara teratur sehingga
dapat menstabilkan tekanan darah. Perilaku dan gaya hidup yang tidak sehat inilah
yang meningkatkan resiko hipertensi, penyakit inilah yang menjadi masalah utama
dalam masalah kesehatan masyarakat di Indonesia (Widiyani,2013).
Jenis-jenis
hipertensi
Hipertensi dikelompokan
menjadi dua kategori yaitu primer dan sekunder.
1.
Hipertensi Primer
Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi
mengalami hipertensi primer. Jenis hipertensi ini cenderung muncul secara
bertahap selama bertahun-tahun. Meski begitu beberapa kebiasaan gaya hidup yang
tidak sehat juga ikut menjadi penyebab hipertensi primer, seperti terlalu
banyak mengonsumsi garam, minim aktivitas fisik, mengonsumsi alkohol secara
berlebihan, obesitas, stress, dan merokok. Hipertensi primer dialami oleh semua
kalangan usia, namun orang dewasa yang berusia paruh baya yang cenderung lebih
beresiko.
Penyakit ini tidak menunjukkan gejala sama
sekali, bahkan mereka tidak mengetahui bahwa mereka memiliki gejala tekanan
darah tinggi karena seringkali gejala penyakit ini mirip dengan kondisi medis
lainnya.
2.
Hipertensi Sekunder
Kondisi ini cenderung muncul secara
tiba-tiba dan dapat menyebabkan tekanan darah melonjak tinggi dibandingkan
dengan hipertensi primer. Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menjadi
penyebab hipertensi sekunder ini. Kondisi yang memicu penyakit ini adalah
gangguan kelenjar adrenal, penyakit ginjal, mengonsumsi obat-obatan seperti
kortikosteroid, sleep apnea( kondisi seseorang memiliki jeda singkat berhenti
bernapas selama tidur), dan masalah tiroid dan paratiroid.
Pencegahan
penyakit hipertensi dapat dilakukan dengan :
1.Menjaga
berat badan tetap sehat , pola makan yang sehat serta olahraga yang rutin adalah
cara tepat untuk menjaga berat badan ideal.
2.
Makanan yang bernutrisi dan rendah lemak, gula, dan garam
3.Membatasi
konsumsi garam, karena mengandung banyak natrium yang bisa membuat tekanan
darah melonjak.
4.
Membatasi mengonsumsi alkohol.
5.
Berhenti merokok dan menghindari papaean asap rokok.
6.
Berolahraga secara rutin setidaknya 30 menit sehari
7.Hindari
stress, zat kimia yang diproduksi tubuh akibat stress menyebabkan jantung
berdebar lebih cepat dan kencang sehingga pembuluh darah menyempit.
Nah Teman-teman,
menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hipertensi yang tidak
mendapat penanganan yang baik menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit
jantung koroner, diabetes, gagal ginjal dan kebutaan. Stroke (51 %) dan
penyakit jantung koroner (45 %) merupakan penyebab kematian tertinggi.
Kerusakan organ target
akibat komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan
tekanan darah dan lamanya kondisi tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan
tidak diobati. Organ tubuh yang menjadi target antara lain otak, mata, jantung,
ginjal, dan dapat juga berakibat kepada pembuluh darah arteri perifer itu
sendiri.
Jadi, penting untuk
kita memeriksakan tekanan darah minimal satu kali dalam setahun yaa. Dengan begitu
setiap orang bisa mengendalikan tekanan darah dan mengendalikan resiko terjadi
komplikasi akibat hipertensi.
Terimakasih sudah
mampir di blog saya, semoga bermanfaat yaa dan jangan lupa tinggalkan komentar
di kolom komentar di bawah ini baik itu kritik dan saran untuk blog iniJ
Sampai jumpa di
postingan selanjutnyaaaaaaaa
Referensi
Adib.,
M., (2009). Cara Mudah Memahami dan
Menghindari Hipertensi Jantung dan Stroke. Dianloka Dianloka Pustaka
Populer, Yogyakarta.
Widiyani,
R., (2013). Penderita Hipertensi Terus
Meningkat. http://health.kompas.com/read/2013/04/05/1404008/penderita.hipertensi.terusmeningkat.
Diakses 03 Mei 2019.
