Rabu, 03 Juli 2019

Hipertensi si "The Silent Killer"

Hai teman-teman, apa kabar semua?
Jumpa lagi di postingan blog kedua ku J
Setelah di postingan sebelumnya membahas tentang manfaat tanaman sirsak sebagai antihipertensi, kali ini saya akan membahas lebih dalam tentang penyakit hipertensi...
Yukkk scroll ke bawah yaaaa


Hipertensi atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg. Menurut WHO (World Health Organization), batas tekanan darah yang dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Bila tekanan darah sudah lebih dari 140/90 mmHg dinyatakan hipertensi (batas tersebut untuk orang dewasa di atas 18 tahun) (Adib,2009).
Nah, penyakit hipertensi ini menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015 merupakan penyebab nomor satu kematian di dunia dalam setiap tahunnya. Jadi, sebanyak 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi yang artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita penyakit hipertensi, namun banyak yang tidak menyadarinya. Penyakit ini sering disebut “The Silent Killer” Mengapa demikian? Karena pengidapnya tidak mengalami keluhan atau gejala, sehingga mereka tidak mengetahui bahwa dirinya terkena hipertensi dan parahnya ada banyak orang yang baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi. Wahh seram ya..
    Di Indonesia, penyakit ini menjadi penyebab kematian nomor lima terbesar menurut data Survei Sample Registration (SRS). Resiko terkena penyakit hipertensi di Indonesia termasuk tinggi, yang bisa disebabkan karena faktor keturunan, usia, pola hidup tidak sehat dan sebagainya. Sebenarnya hal ini dapat diatasi dengan menerapkan perubahan gaya hidup sehat, berolahraga secara teratur sehingga dapat menstabilkan tekanan darah. Perilaku dan gaya hidup yang tidak sehat inilah yang meningkatkan resiko hipertensi, penyakit inilah yang menjadi masalah utama dalam masalah kesehatan masyarakat di Indonesia (Widiyani,2013).
Jenis-jenis hipertensi
Hipertensi dikelompokan menjadi dua kategori yaitu primer dan sekunder.
1. Hipertensi Primer
    Kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi mengalami hipertensi primer. Jenis hipertensi ini cenderung muncul secara bertahap selama bertahun-tahun. Meski begitu beberapa kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat juga ikut menjadi penyebab hipertensi primer, seperti terlalu banyak mengonsumsi garam, minim aktivitas fisik, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, obesitas, stress, dan merokok. Hipertensi primer dialami oleh semua kalangan usia, namun orang dewasa yang berusia paruh baya yang cenderung lebih beresiko.
    Penyakit ini tidak menunjukkan gejala sama sekali, bahkan mereka tidak mengetahui bahwa mereka memiliki gejala tekanan darah tinggi karena seringkali gejala penyakit ini mirip dengan kondisi medis lainnya.
2. Hipertensi Sekunder
    Kondisi ini cenderung muncul secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan tekanan darah melonjak tinggi dibandingkan dengan hipertensi primer. Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menjadi penyebab hipertensi sekunder ini. Kondisi yang memicu penyakit ini adalah gangguan kelenjar adrenal, penyakit ginjal, mengonsumsi obat-obatan seperti kortikosteroid, sleep apnea( kondisi seseorang memiliki jeda singkat berhenti bernapas selama tidur), dan masalah tiroid dan paratiroid.

Pencegahan penyakit hipertensi dapat dilakukan dengan :
1.Menjaga berat badan tetap sehat , pola makan yang sehat serta olahraga yang rutin adalah cara tepat untuk menjaga berat badan ideal.
2. Makanan yang bernutrisi dan rendah lemak, gula, dan garam
3.Membatasi konsumsi garam, karena mengandung banyak natrium yang bisa membuat tekanan darah melonjak.
4. Membatasi mengonsumsi alkohol.
5. Berhenti merokok dan menghindari papaean asap rokok.
6. Berolahraga secara rutin setidaknya 30 menit sehari
7.Hindari stress, zat kimia yang diproduksi tubuh akibat stress menyebabkan jantung berdebar lebih cepat dan kencang sehingga pembuluh darah menyempit.

Nah Teman-teman, menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hipertensi yang tidak mendapat penanganan yang baik menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, gagal ginjal dan kebutaan. Stroke (51 %) dan penyakit jantung koroner (45 %) merupakan penyebab kematian tertinggi.

Kerusakan organ target akibat komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah dan lamanya kondisi tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Organ tubuh yang menjadi target antara lain otak, mata, jantung, ginjal, dan dapat juga berakibat kepada pembuluh darah arteri perifer itu sendiri.

Jadi, penting untuk kita memeriksakan tekanan darah minimal satu kali dalam setahun yaa. Dengan begitu setiap orang bisa mengendalikan tekanan darah dan mengendalikan resiko terjadi komplikasi akibat hipertensi.

Terimakasih sudah mampir di blog saya, semoga bermanfaat yaa dan jangan lupa tinggalkan komentar di kolom komentar di bawah ini baik itu kritik dan saran untuk blog iniJ
Sampai jumpa di postingan selanjutnyaaaaaaaa

Referensi
Adib., M., (2009). Cara Mudah Memahami dan Menghindari Hipertensi Jantung dan Stroke. Dianloka Dianloka Pustaka Populer, Yogyakarta.
Widiyani, R., (2013). Penderita Hipertensi Terus Meningkat. http://health.kompas.com/read/2013/04/05/1404008/penderita.hipertensi.terusmeningkat. Diakses 03 Mei 2019.
    





Jumat, 29 Maret 2019

Hai teman-teman J Welcome to My Blog
Ini adalah postingan pertama saya di blog ini, pada blog ini saya akan membahas tentang daun sirsak, kalian semua pasti tahu kan tanaman sirsak itu seperti apa?
Nah ternyata daunnya bisa dijadikan obat lho, karena orangtua saya sering menggunakan daun sirsak sebagai pengobatan herbal untuk mengobati hipertensi atau yang biasa disebut dengan tekanan darah tinggi.
Tapi sebelumnya saya akan membahas apa sih penyakit hipertensi itu?
Setelah itu, saya akan membahas daun sirsak sebagai pengobatannya
 


Yuk scroll ke bawah ↓↓↓




APA ITU PENYAKIT HIPERTENSI ?
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140/90 mmHg. Hipertensi dalam bahasa Inggrisnya adalah hypertension, yang berasal dari dua kata yaitu Hyper yang berarti tinggi dan tension yang berarti tegangan.
                                                                        Sumber: : https://www.ridwanaz.com/2012/01/apakah- pengertian-hipertensi-adalah.

Penyebab dari tekanan darah tinggi atau hipertensi sangat beragam, seperti kebiasaan merokok sejak usia muda, riwayat hipertensi pada keluarga, obesitas, konsumsi garam berlebihan, kebiasaan konsumsi alkohol berlebihan, faktor usia, dan tingkat stress yang tinggi. Dengan mengenali penyebab hipertensi, setidaknya resiko munculnya penyakit ini dapat ditekan dengan cara mengurangi atau menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol, juga rokok, menjalankan gaya hidup sehat dengan pola makan yang baik serta berolahraga cukup.
                                                                                                      Sumber : https://cermati.com


Data terbaru dari Kementerian Kesehatan merilis daftar penyakit tidak menular paling banyak didiagnosa sepanjang paruh pertama tahun 2018. Hipertensi atau penyakit darah tinggi memuncaki daftar tersebut. Dari data yang diberikan Kemenkes, Hipertensi menjadi peringkat pertama penyakit tidak menular yang didiagnosa di fasilitas kesehatan dengan jumlah kasus mencapai 185.857. angka ini nyaris 4 kali lipat lebih banyak daripada penyakit diabetes mellitus tipe 2 yang ada di peringkat dua.
                                                                                    Sumber : https://m.detik.com
Yuk kita bahas tentang daun sirsak sebagai pengobatannya, kita bahas tentang tanamannya dulu yaa 




Daun Sirsak atau nangka belanda atau durian belanda (Annona muricata L.) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Penyebutan “belanda” dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak  (dari bahasa belanda: zuurzak, berarti “kantung asam”) didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.
                                                                                               Sumber : https://id.m.wikipedia.org
Ciri-ciri tanaman sirsak yaitu sebagai berikut :
1. Batang, pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter.
2. Daun sirsak tumbuh menyirip, berwarna hijau, dengan ukuran diameter kurang lebih 3 cm dan panjang 7 cm, daun sirsak mempunyai bau yang khas.
3. Bunga sirsak berwarna kuning berbau harum.
4. Buah sirsak bukan buah sejati yang ukurannya cukup besar hingga 20-30 cm dengan berat mencapai 2,5 kg, yang dinamakan “buah” sebenarnya adalah kumpulan buah-buah (buah agregat) dengan biji tunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah. Daging buah sirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam

Daun sirsak memiliki manfaat yang sangat luar biasa yakni :
1.   Mampu menghambat pertumbuhan bakteri
2.   Membantu menghambat mutasi gen
3.   Membantu menghambat perkembangan virus
4.   Membantu menghambat pertumbuhan tumor
5.   Menurunkan kadar gula darah
6.   Menurunkan demam
7.   Menurunkan tekanan darah tinggi
8.   Menguatkan saraf
9.   Membantu melebarkan pembuluh darah
10. Meningkatkan nafsu makan  

Ternyata banyak sekali ya manfaat daun sirsak, terutama untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sebenarnya banyak sekali potensi tanaman yang berkhasiat yang sebenarnya kalian kira dulu hanya sebatas tanaman liar,tanaman hias,dll.

Pengobatan tradisional dengan daun sirsak ini pun dapat dengan mudah dilakukan, dengan merebus 15 daun sirsak yang sudah berbuah dapat dipakai daun yang muda maupun yang muda (bisa 17,19,25 lembar daun yang penting dengan jumlah ganjil-ganjil) dengan setengah liter air hingga mendidih selama 5 menit dan meminumnya 1 x sehari saja sembari dilakukan pengecekan tekanan darah tinggi.

Tetapi ada efek negatif nya lho kalau dikonsumsi berlebihan karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik ya, mengonsumsi nya secara berlebihan dapat memberikan efek samping sebagai berikut:
1. Parkinson, memicu kerusakan saraf yang berujung padat penyakit parkinson
2.Membahayakan ibu hamil dan menyusui
3.Menyebabkan dehidrasi
4.Memicu meningkatnya asam lambung
5. Ginjal dipaksa bekerja lebih berat, jangan dikonsumsi secara berlebihan agar tidak sampai gagal ginjal
6. Menurunkan fungsi hati
                                                                                          Sumber : https://www.honestdocs.id

Fyi :  resep pengobatan diatas saya dapatkan berdasarkan resep turun temurun.

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di blog selanjutnya.

   Referensi :





Hipertensi si "The Silent Killer"

Hai teman-teman, apa kabar semua? Jumpa lagi di postingan blog kedua ku J Setelah di postingan sebelumnya membahas tentang manfaat tana...